Tantangan Hari Pertama Laa Raiba Fiihi

Tantangan ke-1 Laa Raiba Fiihi

Oleh : Sri Mulyaningsih, S.Ag (Guru Mapel Al-Qur’an Hadits)

وَإِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِن مِّثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَآءَكُم مِّن دُونِ اللَّهِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ {23}

“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang memang benar.” (QS. 2:23)

Pada ayat di atas Allah swt. Menantangkepada orang-orang musyrik, orang-orang munafik dan orang-orang kafir yang meragukan kebenaran Al-Qur’an dengan menyatakan :”Jika kamu sekalian masih ragu-ragu tentang kebenaran Al-Qur’an dan menyatakan Al-Qur’an itu buatan Muhammad, maka cobalah membuat sebuah kitab yang serupa dengan Al-Qur’an, walaupun hanya satu surat saja.

Kalau benar Muhammad yang membuatnya, tentu kamu juga sanggup membuatnya karena kamu pasti sanggup melakukan segala perbuatan yang sanggup dibuat oleh manusia bukan?.Bahkan, ajaklah pula penolong-penolong kamu, berhala-berhala yang kamu sembah, pembesar-pembesarmu, bersama-sama dengan kamu membuatnya karena kamu mengakui kekuasaan dan kebesaran berhala-berhala dan pembesar-pembesarmu itu.Bahkan sekalipun berkumpulnya seluruh jin dan manusia untuk membuat hal yang serupa dengan Al-Qur’an, niscaya mereka tidak akan sanggup membuatnya, sekalipun mereka saling membantu satu sama lainnya.Sebagaimana firman Allah swt. dalam QS. Al-Israa ayat 88

قُل لَّئِنِ اجْتَمَعَتِ اْلإِنسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَن يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْءَانِ لاَيَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْكَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا {88}

Katakanlah:”Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa al-Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain. (QS. 17:88)

Namun, masih ada saja manusia yang ragu-ragu, yang menyebabkan mereka menjadi munafik, sehingga ada yang mulanya menyatakan percayatetapi hatinya tetap ragu. Demikian pula dengan orang kafir, tetap di dalam ke kafirannya, keingkarannya terhadap Al-Qur’an.Maka ditantanglah mereka itu dengan QS. Al-Baqarah ayat 23 di atas. Mengapa makhluk Allah apa pun tidak ada yang bisa membuat hal yang serupa ? karena Al-Qur’an adalah firman Allah swt. yang tidak satu pun makhluk dapat menyerupai Dia dan apapun yang dibuat-Nya.

Al-Qur’an juga merupakan mu’jizat bagi Rasulullah SAW. Maka siapa pun makhluknya Bahkan, Al-Qur’an melunakkan hati manusia- manusia yang hatinya keras, mudah membunuh, zalim dan sifat-sifat kejam lainnya, seperti kisah Hajjaj bin Yusuf, seorang gubernur Irak di zaman pemerintahan Khalifah Abdul Malik Bin Marwan. Imam adz-Dzahabi mengatakan, “Dia orang yang sangat zalim, tiran, ambisius, perfeksionis, nista, dan kejam. Di sisi lain ia adalah seorang yang pemberani, ahli strategi ,dan rekayasa, fasih dan pandai bernegosiasi, serta sangat menghormati Al-Qur’an.” Ada yang mengatakan Hajjaj telah membunuh kurang lebih 3000 jiwa di antara nyawa yang dihilangkannya adalah sahabat mulia Abdullah Bin Zubair.

Dengan rekam jejak yang kelam itu, sangat jarang kita mendengarkan kisah yang baik dari perjalanan kehidupan Hajjaj Bin Yusuf.Namun, siapa sangka, ternyata ia sangat mudah tersentuh ketika mendengar ayat-ayat Al-Qur’an. Bahkan di suatu kisah diriwayatkan dari Abu Sa’id, ia berkata,”Ketika Hajjaj bin Yusuf berkhutbah dan dia membacakan ayat “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. AlI Imran;185) kemudian ia menangis hingga air matanya membasahi surbannya. Inilah bahasa Al-Qur’an, inilah kalamullah , yang mampu menghancurkan gunung yang kokoh, karena takut dan tunduk kepada Allah . Allah berfirman dalm QS. Al-Hasyr ; 21,

لَوْ أَنزَلْنَا هَذَا الْقُرْءَانَ عَلَى جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللهِ وَتِلْكَ اْلأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ {21}

“Kalau sekiranya kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung,pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah.Dan perumpamaan-perumpamaan itu kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (QS. 59:21)

Gambaran kisah dari Hajjaj bin Yusuf adalah salah satu contoh yang merupakan bukti bahwa Al-Qur’an adalah itu ‘”Hudan” sebuah petunjuk bagi orang-orang yang pernah tersesat dan telah banyak melakukan kelaliman, mendatangkan ketentraman jiwa bagi orang yang membaca dan mendengarkannya.