Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jakarta merupakan MTs Tertua di Jakarta Utara dan merupakan cikal bakal MTs yang ada di wilayah ini, dan  sangat pantas jika memiliki segudang prestasi dan telah menjadi MTsN unggulan di Jakarta Utara.

MTsN 5 Jakarta terletak di Jalan Sungai Landak No. 10 Kelurahan Cilincing Kecamatan Cilincing Kota Jakarta Utara, dimana masyarakatnya bersifat heterogen, artinya masyarakatnya berasal dari berbagai suku bangsa di Indonesia yang terdiri dari suku Betawi, Makassar, Madura, Ambon, Sunda, Jawa, dan lain-lain. Seiring dengan pertumbuhan wilayah, kini lingkungan MTsN. 5 telah berubah menjadi pusat kota Kecamatan Cilincing.

Jika ditinjau menurut Analisis SWOT : maka yang menjadi Kekuatan (Strengths) pada MTsN 5 adalah Input yang baik, letak madrasah yang sangat strategis berada di Jalan Raya Sungai Landak, dekat dengan Kecamatan Cilincing, Puskesmas, Sekolah Dasar, serta kinerja guru dan pegawai yang memiliki kapasitas kerja yang tinggi, . Sementara kelemahan (Weaknesses) yang ada adalah : Mindset sebagian kecil tenaga pendidik dan kependidikan yang sulit untuk diubah, beberapa lokal kelas yang sudah tua dan perlu untuk direnovasi, kelengkapan sarana yang perlu ditingkatkan, suasana lingkungan madrasah yang panas, serta kemampuan IT guru yang perlu ditingkatkan. Hal inilah yang menjadi kendala dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTsN 5 untuk menyetarakan dengan MTsN di tingkat Provinsi. Peluang (Opportunities) yang merupaka faktor yang sangat berpengaruh yang berasal dari luar adalah kepercayaan masyarakat yang sangat tinggi terhadap madrasah, ini terbukti dengan meningkatnya jumlah calon peserta didik yang mendaftar setiap awal tahun pelajaran.  Letak Madrasah yang tak jauh dari kawasan dunia usaha juga menjadi peluang yang perlu diupayakan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTsN 5. Sementara hal yang kami rasakan yang menjadi ancaman (Threats) terhadap majunya perkembangan MTsN 5 di antaranya adalah rendahnya latar belakang pendidikan orang tua yang diikuti dengan rendahnya tingkat soisal ekonomi keluarga serta kebijakan pemerintah terhadap dunia pendidikan yang disalahpahami oleh sebagian kecil masyarakat pinggiran.