SEKILAS INFO
17-06-2021
  • 1 bulan yang lalu / Segenap Keluarga Besar MTsN 5 Jakarta mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 Syawal 1442 H, Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya Kariim, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
  • 5 bulan yang lalu / Pendaftaran SNPDB MAN Unggulan 2021 telah dibuka mulai tanggal 11 januari 2021. Info bisa dilihat di website kemenag.go.id dan channel youtube MTsN 5 Jakarta
  • 6 bulan yang lalu / Selamat Hari Guru Nasional 25 Nopember 2020
28
Apr 2021
0
Be A Great Teacher

Be a great teacher; a reflection for myself

The 3rd National Symposium on English Language Assessment (Session 1)


Selama bertahun – tahun, saya meyakini “goal” mengajar saya adalah menginspirasi peserta didik saya. Sampai pada suatu hari ketika saya mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh British Council bekerja sama dengan TEFLIN dalam “The 3rd National Symposium on English Language Assesment” (session 1), webinar ini mengubah “goal” saya selamanya.

“Apa yang mengubah “goal” saya?”. Mengajar tidak melulu tentang “Inspiring” tetapi butuh “Proficiency”. Setidaknya itulah yang saya dapatkan dari webinar ini. Izinkan saya mengutip apa yang telah disampaikan oleh  Dr. Willy A Renandya, beliau adalah salah satu pengisi materi pada webinar ini, “Inspiring is good, but it is not enough, as a teacher, we must have proficiency in teaching English language”,. Saya terhenyak mendengarkan ini, membuat mata saya terbuka, terbangun dari tidur pulas saya sebagai guru.

Kata “inspiring” membuat  saya sebagai pribadi sibuk dengan memperbaiki kepribadian saya di mata peserta didik. Sehingga lupa di saat yang bersamaan sebagai guru saya juga harus menambah wawasan, sebagai bagian dari peningkatan “proficiency”. Saya bertekad untuk belajar lebih banyak lagi. Sebagai pendidik, sebenarnya banyak cara yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan “proficiency”. Di zaman digitalisasi teknologi seperti ini, ada istilah “The world is in our fingertip”. Kita hanya perlu ketik “kata kunci” di browser langsung deh kita diarahkan ke artikel, gambar, video yang dapat menambah wawasan kita sebagai seorang pendidik.

Saya pribadi terjebak pada stigma “yang penting kita sudah melakukan kewajiban mengajar sesuai Tupoksi”. Kita lupa bahwa peserta didik kita adalah manusia. Mahkluk ciptaan Alloh SWT yang memiliki akal dan perasaan yang sifatnya dinamis. Pertanyaan yang muncul adalah “Sudahkah kita mengajar dengan “proficiency” yang memadai untuk peserta didik kita?. Jangan – jangan kita sudah melakukan “malpraktik” kepada mereka?. Self-reminder buat kita semua, sebagai pendidik. Mari tetap menginspirasi dan meningkatkan “proficiency”. Mari belajar dan terus belajar. Semangat.💪💪💪

Sumber : https://trisnawati2909.blogspot.com/